video bagus"

Loading...

Sabtu, 05 Februari 2011


Kampanye Menolak Ekspor Owa Jawa

ProFauna Indonesia dan International Primate Protection League (IPPL) menolak wacana untuk ekspor owa jawa (Hylobates moloch). Penolakan ProFauna itu dilontarkan dalam aksi demonstrasi di Sukabumi (6/8/2010) bersamaan dengan diadakannya workshop PHKA Departemen Kehutanan dan Howletts the Aspinall Animal Park. Demonstrasi ProFauna itu dipicu adanya draft agenda dalam workshop tersebut yang akan membahas kriteria untuk mengeskpor owa jawa ke luar negeri.

Owa jawa adalah satwa langka yang telah dilindungi oleh undang-undang dan juga masuk dalam appendix I CITES (Convention of international in Trade of Endangered Species). Populasi owa jawa terus menurun akibat deforestasi hutan di Jawa dan juga perburuan untuk diperdagangkan. Penyebaran owa jawa sangat terbatas di beberapa hutan yang ada di Jawa Barat dan Jawa Tengah saja. Sedikitnya tercatat ada 7 lokasi yang menjadi habitat owa jawa antara lain Gunung Halimun, Gede Panrango, Gunugn Slamet, Dieng, Gunung Ciremai, Ujung kulon dan Tangkuban Perahu. Belum diketahu secara pasti berapa populasi owa jawa.

Melihat bahwa owa jawa adalah satwa langka yang merupakan kekayaan alam Indonesia, maka ProFauna memandang bahwa program penyelamatan owa jawa mestinya dilakukan di Indonesia yang merupakan habitat alami owa jawa. ProFauna menolak tentang wacana untuk mengeskpor owa jawa ke luar negeri. Jika ada lembaga atau kebun binatang yang peduli terhadap pelestarian owa jawa, maka sebaiknya dukungan tersebut diberikan dengan mendukung program pelestarian owa jawa di Indonesia, bukan dengan membawa owa jawa ke luar negeri.

Apalagi menurut Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan satwa liar disebutkan bahwa pertukaran owa jawa itu harus mendapat persetujuan langsung dari presiden. Pertukaran itupun harus dilakukan atas dasar keseimbangan nilai konservasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar